Limbah kulit pisang bisa memiliki nilai guna di tangan sekelompok mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang mengelolanya menjadi deterjen cair Cleanso. Tidak asing lagi bahwa limbah deterjen yang digunakan manusia untuk mencuci memiliki potensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Sebab, kandungan fosfat dan bahan kimia tertentu dalam deterjen dapat terbawa ke badan air dan berkontribusi terhadap penurunan kualitas perairan. Di sisi lain, pemanfaatan bahan alami dan limbah organik sebagai bahan baku deterjen belum banyak yang melakukannya.
Bikin deterjen ramah lingkungan
Kondiri ini mendorong tim untuk menghadirkan inovasi produk deterjen yang tetap efekif dalam membersihkan kotoran namun tetap memperhatikan keamanan lingkungan dan pemanfaatan sumber data alternatif. Inovasi ini dikembangkan oleh lima mahasiswa lintas jurusan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K). Tim Cleanso diketuai oleh Selma Alifia Nugroho, (Departemen Kimia) dengan anggota Eka Widyasari (Departemen Kimia), Naura Izzatiy Fadilah (Departemen Manajemen), Syahfa Aulia Nurfaradilla (Teknik Bioproses), dan Wardah Qoni’ah, (Departemen Kimia).
